BAKARAN WETAN MATANGKAN DTKS MELALUI SIKSNG

Bakaran Wetan- Pemerintah Desa Bakaran Wetan melalui operator siksng yaitu Mbah Moden Lantur dan dibantu perangkat Desa yang lain (Tutik, Wulan, Larti, dan Didik) memastikan, usulan maupun perubahan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desa Bakaran Wetan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG). Kepala Desa Bakaran Wetan Wahyu Supriyo memastikan data yang diusulkan adalah hasil dari Musyawarah Desa yaitu Pemdes bersama BPD, RT, RW, Kader, dan tokoh masyarakat.

“Setelah dilakukan musyawarah antara Pemdes dan lembaga-lembaga Desa langsung kita input. Untuk input usulan baru sebenarnya sudah selesai, karena kita dibantu temen-temen KKN dari UNDIP yang merupakan warga kami sendiri. Jadi sekarang ini kita tinggal melakukan perubahan data, yg sudah masuk DTKS tapi butuh diubah dikarenakan tambah anggota keluarga baru. Kata Wahyu Supriyo, Sabtu (08/08)

SIKSNG adalah aplikasi yang dipegang masing-masing operator Desa yaitu Kasi Kesra, yang berfungsi untuk mengusulkan baru dan mengusulkan untuk melakukan perubahan DTKS. Sedangkan DTKS adalah data yang digunakan Kemensos untuk menjadi dasar pemberian bantuan sosial.

Kades Bakaran Wetan berharap setelah perubahan ini, kedepan tidak ada lagi bantuan sosial dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah yang salah sasaran.

“hikmah yang bisa diambil pemerintah dengan adanya pandemi ini adalah Pemerintah sadar bahwa ternyata data yang dimiliki tidak valid. Terbukti kemaren banyak Bansos yang tidak tepat, ada yang meninggal, pindah dan kaya dapat bansos sedangkan yang jelas tidak mampu malah tidak dapat bansos. Akhirnya Pemdes, RT dan lembaga-lembaga Desa jadi sasaran protes dan kritikan pedas oleh warga. Kemarin Bakaran Wetan sempat bergejolak, tapi Alhamdulillah setelah Kita jelaskan perlahan akhirnya warga paham dan bisa mengerti.” tandas Mas Wahyu.

 

by: WS

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan