CEGAH STUNTING, BAKARAN WETAN RUTIN MENYELENGGARAKAN POSYANDU

Bakaran Wetan- Dalam rangka mencegah stunting, Bakaran Wetan rutin menyelenggarakan posyandu balita satu bulan sekali setiap tanggal 15. Hari ini tanggal 15 Agustus Bakaran Wetan telah mengadakan posyandu balita kali kedua setelah beberapa bulan ditiadakan akibat pandemi covid-19. Selain kegiatan posyandu seperti biasa hari ini juga sekaligus pemberian vit A dan imunisasi.

Ketua PKK sekaligus KPM Desa Bakaran Wetan Norma Sukmawati mengatakan penyakit kekerdilan adalah merupakan salah satu kondisi yang mesti diperhatikan. Dimana program Posyandu harus dipastikan terus berjalan. Termasuk pemenuhan gizi pada anak.

“Program priotitas itu tetap berjalan, ada beberapa program prioritas untuk kesehatan di Bakaran Wetan. Salah satunya seperti stunting, gizi buruk, semua tetap jalan. Seperti Posyandu semua tetap kita jalankan. Pemberian vitamin A,” kata Norma, Sabtu (15/8/2020).

Lanjut, Norma mengatakan karena adanya pandemi maka proses pemberian gizi maupun pemeriksaan di Posyandu akan dilakukan secara protokol kesehatan, yakni memakai masker dan jaga jarak.

Adapun penyebab kekerdilan atau stunting itu sendiri disebut dipengaruhi oleh banyak faktor. Khususnya kebersihan lingkungan mesti diperhatikan masyarakat agar terhindar dari penyakit yang bisa memengaruhi proses tumbuh kembang anak.

“Penyebab stunting karena masalah dalam gizi, sebenarnya kan banyak hal kalau bicara stunting masalah lingkungan, sanitasi, air bersih, karena itu semua memengaruhi tumbuh kembang,” terang Bu Hang (Bidan Desa Bakaran Wetan).

“Sanitasi yang jelek salah satu pemicu penyakit, daya tahan tubuh lemah, bisa menyebabkan berat badan menurun  bisa menyebabkan terjadinya stunting. Banyak faktor, seperti masa hamil lingkungan yang kelak, gizi tidak memenuhi, sanitasi, biar air bersih tidak ada sehingga daya tahan tubuh menurun melahirkan anak yang gizi stunting. Jadi banyak aspek,” tambah Bu Hang.

Kades Bakaran Wetan Wahyu Supriyo pun mengatakan jika penyakit kekerdilan atau stunting tidak bisa dianggap remeh. Untuk itu ia menyarankan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

“Misalnya anak anak harus dapat imunisasi ulangan, tidak bisa tidak. Itukan bisa menyebabkan kematian bukan hanya covid. Jadi tetap termasuk stunting,” tegas Wahyu.

Di Bakaran Wetan Sendiri posyandu balita ada 6 pos. Masing-masing pos terdiri dari 2 RT. Adapun jumlah balita di Bakaran Wetan sekitar 310 balita.

by: WS

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan