RANTING NU BAKARAN WETAN, KEMBALI JALANKAN SEWELASAN

Pembacaan Manaqib dan Doa, yang langsung dipimpin oleh Yi Amin dan Mbah Moden Lantur sebagai Rois Suriah dan Tanfidz Ranting NU Bakaran Wetan.

Bakaran Wetan – Pengurus Ranting NU Desa Bakaran Wetan yang dipimpin oleh Ahmad Khuzairi sebagai ketua Tanfidz dan Yi Amin Zuhair sebagai Rois Suriah kembali menjalankan sewelasan. Jamaah Sewelasan yang rutin dilaksanakan setiap malam sebelas bulan Hijriah sempat dihentikan selama masa Pandemi covid-19. Malam ini di Pendopo Masjid Darul Muttaqin, Sabtu 29 Agustus 2020 majlis sewelasan tersebut dijalankan kembali.

Sewelasan tersebut merupakan agenda rutin Pengurus Ranting NU Desa Bakaran Wetan. Agenda sewelasan malam ini berjalan dengan sesuai protokol kesehatan. Sewelasan tersebut kembali dijalankan karena berpedoman pada Perbup no 49 tahun 2020 tentang Pedoman Menuju Tatanan Normal Baru Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pati. Sewelasan tersebut tergolong acara yang diperbolehkan tapi terbatas dalam Perbup tersebut.

Acara sewelasan tersebut termasuk acara yang berjalan singkat. Acara dalam sewelasan tersebut adalah pembacaan Rotib Haddad dan Manaqib, selanjutnya ada ngaji singkat oleh Yi Amin. Terakhir ditutup dengan makan-makan bersama.

Para Jamaah terlihat antusias bersama-sama ikut membaca Rotib Haddad.

Dalam kalangan Nahdliyin, Sewelasan merupakan suatu proses ritual keagamaan yang dilakukan sebagai simbol penghormatan untuk mengenang haul Syekh Abdul Kodir Jaelani. Beliau merupakan salah satu tokoh ulama sufi yang mendapat penghormatan besar dari orang muslim salah satunya di Indonesia. Haul merupakan salah satu bentuk upacara peringatan atas wafatnya seorang yang telah dikenal sebagai pemuka agama Islam. Baik itu wali ataupun Ulama atau seorang muslim yang mempunyai jasa besar terhadap masyarakat.

Tradisi keagamaan Sewelasan sudah menjadi semacam ritual yang sekaligus bersifat harmoni. Namun banyak perbedaan pelaksanaan sewelasan disetiap daerah. Di beberapa tempat juga banyak masyarakat yang melakukan tradisi sewelasan. Tapi banyak perbedaan pelaksanaan dari beberapa tempat tersebut, karena terdapat perbedaan dalam unsur-unsur yang ada pada setiap lingkungan. Kalau sewelasan di Ranting NU Bakaran Wetan pelaksanaannya dengan pembacaan Rotib Haddad dan Manaqib, selanjutnya ada ngajinya yang bertempat di Pendopo Masjid Darul Muttaqin Desa Bakaran Wetan dengan dihadiri warga NU Bakaran Wetan.

Jamaah tertib mematuhi protokoler kesehatan covid, sesuai Perbup no 49 tahun 2020.

By: WS

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan